Tanjab Barat l HukumKriminal.com – Proyek Fender kapal di pelabuhan Roro Kualatungkal, kabupaten Tanjung Jabung Barat,Provinsi Jambi jadi sorotan publik.pasalnya,fender atau alat melindungi kapal dari benturan dengan dermaga yang sebelumnya terpasang berganti dengan Ban mobil.
“Kemana hilangnya fender kapal itu,kok”cuman ban mobil,”ungkap publik.
Menurut publik proyek fender kapal tersebut belum berapa tahun umurnya,kenapa cepat kali rusak? sangat mengkhawatirkan dengan kondisi dermaga tersebut, apalagi saat kapal berlabuh dan gelombang tinggi air laut, tentu akan terjadi benturan.
“Kita khawatirnya nanti pada saat kapal besar itu bersandar tapi tidak ada fender sebagai penahan, pasti kapal itu akan menghantam pinggiran beton dan lama kelamaan bisa pecah dan hancur sebab Ban Mobil yang di pasang bukan fender,”ujarnya, Sabtu (22/2/25).
Terpantau dilapangan, tidak ada terlihat fender kapal yang hanya ada dua Ban Mobil yang dipasang saat salah satu kapal tengah berlabuh atau bersandar di pelabuhan Roro Kualatungkal tersebut.
Selain itu , terpantau juga adanya bekas pekerja proyek rehab ruang tunggu penumpang dan pembangunan pos jaga.terkait dua pekerjaan tersebut belum diketahui pasti berapa besar anggarannya dan siapa pelaksananya.
Sementara terkait proyek Fender kapal ini Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjungjabung Barat, Samsul Juhari belum berhasil untuk dikonfirmasi.
Terpisah Kasubag TU merangkap koordinator pelabuhan Roro dan Kordinator pelabuhan Lasdap Abdi saat dikonfirmasi kemana fender tersebut,mengatakan Fender kapal tersebut nya ada.”satu fender ada di darat,satu lagi jatuh ke laut dan satu lagi masih nempel di dolphin,”katanya.
Ditanya apa penyebab Fender bisa jatuh dan di buka? iya menjelaskan fende yang jatuh ke laut akibat tersenggol sama kapal, dan yang satu lagi fender nya di buka karena sudah mau lepas jadi kita buka di amankan di darat, sambungnya fender mau di anggarkan lagi,”katanya.
“Fender yang jatuh kemarin memang sudah mau lepas pas kapal Citra Nusantara mau Sandar, saat olah gerak trus kapal nempel ke Pender terus jatuh,”timpalnya.
Saat disingung dan disentil sejauhmana tanggung jawab pihak kapal,ada tidak dikenakan ganti rugi? namun sayangnya hingga berita ini di terbidkan tidak ada jawaban ataupun tanggapan lagi.
Untuk diketahui bedasarkan informasi sementara yang dihimpun awak media,bahwa proyek pembelian fender kapal untuk di pelabuhan Roro Kualatungkal tersebut, tidak sedikit menguras anggaran pemerintah daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang anggaran cukup fantastis.dipekirakan mencapai Rp 450 juta tahun anggaran 2022 lalu.
Menurut informasi, fender kapal itu usulan dari Dinas Perhubungan Tanjabbar,sebanyak tiga fender kapal.(Ful51/Tim HK)