Jombang l HukumKriminal.com – Kasatreskrim Polres Jombang AKP Aldo Febrianto, mengatakan 119 orang pesilat dari dua perguruan silat di Kabupaten Jombang, ditangkap aparat kepolisian karena terlibat pengeroyokan dan perusakan.
“Para pesilat yang ditangkap itu ada anak-anak dan sudah dewasa,” kata Aldo, Kamis (25/5/2023) di Jombang, Jawa Timur.
Oknum pesilat yang diamankan, kata Aldo, dengan rincian anak-anak 84 orang dan dewasa 35 orang.
Menurut Aldo, kejadian itu berawal adanya ratusan pesilat dari dua perguruan silat melakukan konvoi dari wilayah Sidoarjo menuju ke Mojokerto.
Pada saat sampai di Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, rombongan konvoi itu berulah melakukan penganiayaan terhadap masyarakat maupun anggota polisi yang sedang melaksanakan pengamanan dan penyekatan di wilayah Kecamatan Kudu.
“Dua anggota polisi yang sedang bertugas menjadi korban. Yang pertama mengalami luka pada bagian kaki akibat ditabrak oknum pesilat yang menerobos petugas saat mengadang rombongan’,” kata Aldo.
Sedangkan korban yang kedua, kata Aldo, dikeroyok oknum pesilat saat melakukan penyekatan.
“Saat itu anggota sudah menjelaskan polisi, tetap saja dikeroyok,” kata kata Aldo.
Akibat pengeroyokan tersebut, kata Aldo korban mengalami luka lebam pada bagian wajah dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Selain melakukan pengeroyokan, mereka juga merusak sepeda motor milik masyarakat yang sedang lewat, merusak mobil patroli polisi, hingga kaca depan pecah serta merusak pos sekuriti salah satu pabrik di Kecamatan Kudu hingga kacanya pecah.
Dari hasil pemeriksaan, kata Aldo, terdapat delapan orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka diduga melakukan penganiayaan untuk mencari sasaran oknum perguruan lain.
“Saat ini sudah ada delapan yang ditetapkan jadi tersangka,” kata Aldo.
Selain itu, kata Aldo, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti tiga ruyung, satu bilah pedang, 45 unit kendaraan sepeda motor dan batu dengan berbagai ukuran.
“Para tersangka masih ditahan di Mapolres Jombang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Aldo. (Tim/Redaksi)