Cirebon l HukumKriminal.com – Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon Kombes Pol Sumarni, mengatakan Polresta Cirebon Polda Jawa Barat, membuka pesantren khusus untuk membina remaja di wilayah hukumnya, agar terhindar dari hal-hal negatif serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
“Remaja yang mengikuti pesantren tersebut nantinya diberikan pengetahuan agama serta pembekalan budi pekerti supaya mereka bisa melakukan aktivitas positif,” kata Sumarni, Sabtu (16/3/2024) di Cirebon, Jawa Barat.
Menurut Sumarni, seluruh kegiatan pesantren yang melibatkan personel Polresta Cirebon dan pemuka agama setempat akan dipusatkan di Asrama Polisi Kaliwadas Cirebon.
“Mereka akan dibekali tentang pengetahuan agama, seperti tausiyah keagamaan, ekonomi kreatif, dan kegiatan positif lainnya. Sehingga mereka tidak melakukan hal-hal negatif maupun pelanggaran hukum,” kata Sumarni.
Selain pesantren, kata Sumarni, pihaknya juga rutin memberikan program penyuluhan dan pengarahan kepada kelompok anak utamanya yang pernah terlibat aksi geng motor di Cirebon, supaya tidak mengulangi kegiatan tersebut.
“Falam kegiatan tersebut, puluhan remaja beserta orang tua mereka dihadirkan, untuk diedukasi terkait salah satu tugas pokok Polri, yaitu menjamin keamanan dan kenyamanan warga,” kata Sumarni.
Program penyuluhan ini mesti dilakukan karena di wilayah hukum Polresta Cirebon ditemukan banyak kalangan anak muda melakukan hal-hal negatif yang mengganggu kondusivitas dan keamanan masyarakat.
“Bahkan hampir setiap hari Polresta Cirebon dan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon seringkali mengamankan gerombolan anak muda yang melakukan pelanggaran hukum,” kata Sumarni.
“Peran aktif para orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka supaya tidak melakukan tindakan negatif. Apabila hal tersebut masih terjadi mereka bisa meminta bantuan kepada Polisi atau TNI bisa melalui Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat,” imbuh Sumarni.
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Letkol Inf Aditya Wira Respati, mengatakan agar remaja di daerahnya, tidak menyia-nyiakan masa depan dengan terlibat aktivitas yang merugikan seperti perbuatan melanggar hukum.
“Jangan ikut-ikutan geng motor, seperti jagoan, kalau bisa tunjukkan dan buktikan berbakti kepada negara dan berfikir untuk masa depan. Kewajiban generasi muda adalah belajar, mengaji dan berlatih untuk mencapai cita-cita,” kata Aditya.
(Tim HK Cirebon)