Siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, Allah akan menjamin hidupnya tenang, mencupupi dan membereskan segala kesulitannya

Penyusun | Supriyanto (ilyas) Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat LSM Generasi Muda Indonesia cerdas Anti Korupsi (Gmicak)

Islam | Siapa saja yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka Allah SWT akan memberikan jaminan ketenangan dan kecukupan di dunia.

Janji Allah bagi yang Mengejar Akhirat
Berdasarkan hadits riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, membereskan urusannya yang cerai-berai, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk (tidak bernilai di hatinya).”

Inti Janji Allah : Hati Merasa Cukup (Qana’ah): Allah menanamkan rasa kaya dalam hati, sehingga terhindar dari ketamakan dan kecemasan duniawi.
Urusan Dibereskan: Kesulitan hidup (perkara yang cerai-berai/rumit) akan dipermudah oleh Allah.
Dunia Mengikuti: Dunia akan datang dengan sendirinya, bukan dikejar dengan ambisi yang membuat lelah dan melalaikan.

Siapa Saja Mereka? Mereka adalah orang-orang yang berorientasi akhirat (muttaqin) dalam setiap aktivitas duniawinya, meliputi:

Orang yang Ikhlas: Bekerja, menuntut ilmu, atau berbisnis dengan tujuan mencari ridha Allah, bukan semata-mata pujian atau harta.
Pencari Nafkah yang Jujur: Suami atau istri yang lelah bekerja mencari nafkah halal dengan kesadaran bahwa itu adalah kewajiban yang bernilai ibadah.

Orang yang “Zuhud”: Bukan berarti miskin, tetapi meletakkan dunia di tangan, bukan di hati. Dunia dijadikan sarana (alat) untuk menanam amal, bukan tujuan akhir.

Orang yang Menjaga Shalat dan Ibadah: Tidak menunda kewajiban karena kesibukan dunia.

Mengapa Hidupnya Tenang?
Orang yang fokus pada akhirat tenang karena mereka tahu bahwa dunia ini sementara, sedangkan akhirat selamanya (kekal).

Jika Dapat Dunia: Mereka bersyukur dan menggunakannya untuk kebaikan.
Jika Kehilangan Dunia: Mereka tidak hancur atau putus asa, karena fokus mereka bukan di dunia.

Kesimpulan : Kejarlah akhirat (prioritas ibadah dan amal saleh), maka dunia yang kalian butuhkan akan mengikuti dengan sendirinya, dan hidup akan diatur menjadi tenang oleh Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *